Jumat, 04 September 2026, September 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-05T02:07:28Z

Harga Diesel AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Perang Iran

Jumat, 04 September 2026

Harga Diesel AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Perang Iran

Harga Diesel AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Perang Iran

Ringkas: Harga rata-rata diesel di Amerika Serikat mencapai rekor US$5,85 per galon, seiring perang AS-Israel dengan Iran yang terus menekan dompet warga Amerika.

Pengemudi di Amerika Serikat kini membayar diesel di pom bensin lebih mahal daripada sebelumnya, karena perang AS-Israel dengan Iran terus berdampak pada pengeluaran warga Amerika.

Di AS, diesel terutama digunakan oleh kendaraan komersial, seperti truk, kereta api, kapal, bus, kendaraan pertanian, dan kendaraan konstruksi.

Harga rata-rata satu galon diesel di AS telah mencapai US$5,85, dibandingkan rata-rata US$3,71 setahun lalu. Angka itu juga melampaui rekor sebelumnya setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, menurut American Automobile Association (AAA).

Konflik Iran dorong kenaikan harga bahan bakar

Harga bahan bakar melonjak sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, mencerminkan kenaikan harga minyak grosir.

Menanggapi kenaikan biaya bahan bakar, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini berjanji untuk “secara substansial menurunkan Harga Bensin bagi semua warga Amerika” melalui kesepakatan minyak dengan Venezuela.

Pada Januari, mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan khusus AS setelah penggerebekan yang disahkan oleh Presiden Trump.

Kesepakatan terbaru, yang diumumkan pada Sabtu, mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan potensi terbukti sebesar 65 miliar barel. Kesepakatan itu juga mencakup “investasi lebih dari US$100 miliar (£73,9 miliar) dan pajak lebih dari US$209 miliar” untuk Venezuela, menurut Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez.

Pemerintah AS akan mempertahankan kendali 55% atas perusahaan patungan dengan “operator swasta berpengalaman di Venezuela”, kata seorang pejabat AS kepada CBS News, mitra BBC di AS.

Namun, sejumlah analis menanggapi kesepakatan tersebut dengan skeptis, termasuk mempertanyakan apakah perjanjian itu akan mengatasi hambatan jangka panjang yang selama ini menghalangi investasi dalam industri minyak Venezuela.

Selat Hormuz membatasi pasokan minyak

Minyak merupakan bahan utama dalam bahan bakar kendaraan, sementara pasokannya terbatas karena Iran menanggapi perang dengan secara efektif menutup Selat Hormuz. Jalur perairan sempit di selatan negara itu dilalui oleh seperlima minyak dunia.

Lonjakan harga di pom bensin memicu kemarahan pemilih AS menjelang pemilihan paruh waktu yang penting pada November.

Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru, tingkat persetujuan terhadap Trump turun menjadi 33%, dengan hanya 31% warga Amerika menyetujui konflik tersebut.

Kenaikan harga berbeda di tiap wilayah AS

Namun, tidak semua warga Amerika menghadapi tingkat kenaikan harga yang sama. Berdasarkan data AAA, penduduk di negara bagian wilayah Barat membayar jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain karena perbedaan pajak dan jarak dari produsen minyak AS.

Misalnya, di Washington, harga rata-rata diesel mencapai US$6,81 per galon, dibandingkan US$5,03 per galon setahun lalu.

Selain harga diesel yang tinggi, warga Amerika juga menghadapi biaya bensin yang berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah, dengan harga rata-rata per galon mencapai US$4,15 dibandingkan US$3,20 setahun lalu.

Poin penting:

  • Harga rata-rata diesel AS mencapai rekor US$5,85 per galon.
  • Setahun sebelumnya, harga rata-rata diesel berada di US$3,71 per galon.
  • Konflik Iran sejak akhir Februari mendorong lonjakan harga minyak grosir.
  • Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima minyak dunia.
  • Harga rata-rata diesel di Washington mencapai US$6,81 per galon.
  • Harga rata-rata bensin AS mencapai US$4,15 per galon.

Sumber: BBC News — Business

Harga Diesel AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Perang Iran

Harga Diesel AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Perang Iran

Lihat juga

Sumber: BBC News — Business — https://www.bbc.co.uk/news/articles/c7903r0grx0o?at_medium=RSS&at_campaign=rss