
Mengajukan pengunduran diri melalui WhatsApp bisa menjadi pilihan praktis ketika pertemuan langsung sulit dilakukan. Meski demikian, cara ini tetap harus disampaikan dengan sopan dan profesional. Pesan singkat tidak boleh membuat proses pengunduran diri terlihat mendadak, tidak serius, atau mengabaikan atasan.
Pada kondisi ideal, pengunduran diri disampaikan secara langsung terlebih dahulu. Pertemuan tatap muka memberi kesempatan untuk menjelaskan keputusan, menyampaikan terima kasih, dan membahas proses serah terima pekerjaan. Namun, komunikasi melalui WhatsApp dapat digunakan jika perusahaan memang terbiasa berkomunikasi melalui aplikasi tersebut, kamu bekerja dari jarak jauh, atasan sulit ditemui, atau ada keadaan tertentu yang membuat pertemuan langsung tidak memungkinkan.
Artikel ini membahas persiapan, tata cara, serta contoh resign kerja yang baik lewat WA agar pesanmu tetap jelas dan menghargai hubungan profesional.
Persiapan Sebelum Mengirim Pesan Resign Lewat WA
Jangan langsung mengetik pesan pengunduran diri tanpa persiapan. Luangkan waktu untuk memeriksa ketentuan perusahaan dan menyiapkan informasi penting. Persiapan yang matang membantu mengurangi kesalahpahaman setelah pesan dikirim.
- Periksa aturan pengunduran diri. Baca kembali perjanjian kerja atau peraturan perusahaan mengenai masa pemberitahuan, dokumen yang harus diserahkan, dan prosedur pengunduran diri.
- Tentukan tanggal terakhir bekerja. Pastikan tanggal tersebut sesuai dengan ketentuan masa pemberitahuan. Jangan hanya menulis ingin segera berhenti tanpa memberi kejelasan waktu.
- Buat draf pesan. Susun pesan dengan bahasa formal, singkat, dan mudah dipahami. Periksa kembali nama atasan, jabatan, alasan, serta tanggal terakhir bekerja.
- Siapkan surat pengunduran diri. Pesan WhatsApp dapat menjadi pemberitahuan awal, tetapi perusahaan mungkin tetap membutuhkan surat resmi dalam bentuk fisik atau dokumen.
- Catat pekerjaan yang perlu diselesaikan. Siapkan daftar tugas, berkas, akses kerja, dan tanggung jawab yang perlu diserahkan agar proses pergantian berjalan lancar.
Etika Mengajukan Resign Kerja Lewat WhatsApp
Pesan pengunduran diri tetap mencerminkan sikap kerja. Karena itu, gunakan bahasa yang sopan dan hindari nada emosional. Awali pesan dengan salam, sebutkan nama serta jabatanmu, lalu sampaikan maksud secara langsung.
Kirim pesan pada jam kerja agar atasan dapat membaca dan menindaklanjutinya dengan baik. Hindari mengirim pesan pada tengah malam, hari libur, atau saat suasana kantor sedang sangat sibuk, kecuali ada keadaan mendesak.
Alasan pengunduran diri sebaiknya disampaikan secara singkat dan jujur. Kamu tidak perlu menuliskan semua masalah yang pernah terjadi di tempat kerja. Jika alasanmu berkaitan dengan kondisi pribadi, cukup gunakan penjelasan umum yang tetap sopan. Jangan menyalahkan rekan kerja, membuka konflik lama, atau membandingkan perusahaan dengan tempat kerja baru.
Sampaikan terima kasih atas kesempatan, pengalaman, arahan, dan dukungan yang telah diterima. Setelah itu, nyatakan kesediaan untuk mengikuti proses pengunduran diri dan membantu serah terima pekerjaan.
Susunan Pesan Resign yang Baik
Pesan resign lewat WA dapat dibuat dengan susunan sederhana berikut:
- Salam pembuka. Gunakan salam yang sesuai dengan waktu dan kebiasaan komunikasi di tempat kerja.
- Identitas singkat. Tulis nama dan jabatan agar pesan tidak menimbulkan keraguan.
- Maksud pengunduran diri. Sampaikan keputusan mengundurkan diri secara tegas dan tidak berputar-putar.
- Alasan singkat. Berikan alasan yang jujur, wajar, dan tidak menyinggung pihak tertentu.
- Tanggal terakhir bekerja. Cantumkan tanggal berdasarkan ketentuan perusahaan.
- Ucapan terima kasih. Hargai kesempatan dan pengalaman selama bekerja.
- Rencana tindak lanjut. Sampaikan bahwa surat resmi akan diserahkan dan pekerjaan akan dibantu untuk dialihkan.
- Penutup. Akhiri dengan permintaan arahan serta salam penutup.
Contoh Resign Kerja yang Baik Lewat WA
Berikut beberapa contoh pesan yang dapat disesuaikan dengan situasimu.
Contoh umum:
Selamat pagi, Pak Budi. Saya Andi Pratama, staf administrasi. Dengan hormat, saya ingin menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri dari posisi saya di perusahaan. Sesuai ketentuan masa pemberitahuan, saya berencana menjalani hari terakhir bekerja pada 30 April 2025. Keputusan ini saya ambil setelah mempertimbangkan rencana pribadi dan arah karier saya. Saya berterima kasih atas kesempatan, kepercayaan, dan bimbingan yang telah diberikan selama saya bekerja. Saya siap membantu menyelesaikan pekerjaan dan melakukan serah terima sebelum tanggal tersebut. Surat pengunduran diri resmi akan saya serahkan sesuai prosedur perusahaan. Mohon arahan untuk proses selanjutnya. Terima kasih, Pak.
Contoh karena melanjutkan pendidikan:
Selamat siang, Bu Rina. Saya Siti Maharani dari bagian pemasaran. Saya ingin menyampaikan pengunduran diri dari posisi saya karena akan melanjutkan pendidikan. Saya mengusulkan tanggal 15 Juni 2025 sebagai hari terakhir bekerja, dengan tetap mengikuti ketentuan perusahaan. Terima kasih atas kesempatan belajar, kepercayaan, dan bimbingan yang Ibu berikan selama ini. Saya akan menyiapkan surat resmi serta membantu proses serah terima tugas agar pekerjaan tetap berjalan baik. Mohon arahan untuk tahapan berikutnya.
Contoh karena alasan keluarga:
Selamat pagi, Pak Dimas. Saya Rudi Santoso, teknisi di tim operasional. Dengan hormat, saya bermaksud mengajukan pengunduran diri karena perlu fokus pada kebutuhan keluarga. Saya berharap dapat menyelesaikan masa pemberitahuan sesuai aturan perusahaan dan menjadikan 31 Mei 2025 sebagai hari terakhir bekerja. Saya berterima kasih atas pengalaman dan dukungan yang saya terima selama bergabung dengan perusahaan. Saya siap menyelesaikan tanggung jawab dan membantu proses pengalihan pekerjaan. Surat pengunduran diri resmi akan saya sampaikan setelah mendapat arahan dari Bapak. Terima kasih.
Contoh ketika bekerja jarak jauh:
Selamat sore, Bu Maya. Saya Fajar Nugroho dari tim pengembangan. Karena saat ini kita bekerja dari lokasi berbeda, saya menyampaikan pemberitahuan awal mengenai rencana pengunduran diri saya melalui WhatsApp. Saya mengajukan hari terakhir bekerja pada 20 Juli 2025 sesuai masa pemberitahuan yang berlaku. Alasan pengunduran diri ini berkaitan dengan rencana pribadi yang perlu saya jalankan. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan selama saya bekerja di perusahaan. Saya akan mengirimkan surat resmi melalui saluran yang ditentukan dan menyiapkan seluruh dokumen untuk serah terima. Mohon arahan untuk proses selanjutnya.
Hal yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa kesalahan dapat membuat pesan pengunduran diri terlihat kurang profesional. Hindari mengirim pesan yang terlalu pendek, seperti “Saya berhenti mulai besok,” tanpa penjelasan dan tanggal yang jelas. Jangan pula mengirim pesan hanya kepada rekan kerja tanpa memberi tahu atasan atau bagian yang berwenang.
Hindari penggunaan singkatan berlebihan, bahasa bercanda, tanda baca yang tidak perlu, serta pesan suara yang tidak diminta. Pesan tertulis lebih mudah disimpan dan ditinjau kembali oleh kedua pihak.
Jangan menyampaikan keluhan panjang melalui WhatsApp. Jika ada masalah serius yang perlu dibahas, minta waktu untuk melakukan percakapan secara langsung atau melalui panggilan. Jangan menghilang setelah pesan dikirim. Tetap pantau balasan atasan dan ikuti instruksi perusahaan mengenai dokumen, aset, pembayaran, serta serah terima pekerjaan.
Setelah Pesan Resign Dikirim
Setelah mengirim pesan, berikan waktu kepada atasan untuk membaca dan membalas. Jika belum ada tanggapan dalam waktu yang wajar, kirim pengingat dengan bahasa sopan atau gunakan saluran resmi lain yang tersedia.
Simpan bukti komunikasi dan serahkan surat pengunduran diri sesuai prosedur. Buat daftar tugas yang masih berjalan, status pekerjaan, jadwal penting, serta lokasi dokumen. Kembalikan aset perusahaan seperti komputer, kartu identitas, kunci, atau perlengkapan lain sesuai arahan.
Tetap jaga sikap sampai hari terakhir bekerja. Selesaikan tanggung jawab, bantu rekan yang menerima pekerjaan, dan hindari menyebarkan masalah internal. Cara kamu meninggalkan perusahaan dapat memengaruhi hubungan profesional dan peluang kerja pada masa mendatang.
Kesimpulan
Resign kerja lewat WA dapat dilakukan jika situasinya mendukung, tetapi tetap perlu disampaikan secara formal dan bertanggung jawab. Gunakan salam, identitas, alasan singkat, tanggal terakhir bekerja, ucapan terima kasih, serta rencana serah terima dalam pesanmu.
Jadikan WhatsApp sebagai sarana pemberitahuan yang jelas, bukan pengganti seluruh proses resmi perusahaan. Sertakan surat pengunduran diri, ikuti masa pemberitahuan, dan tetap berkomunikasi dengan baik sampai pekerjaan selesai. Dengan cara ini, keputusan resign dapat disampaikan tanpa merusak hubungan profesional.