
Ringkas: Seorang pembaca yang relatif baru menjadi manajer justru menghadapi kebalikan dari keluhan umum para manajer lain: timnya hampir tidak pernah mengeluh. Ia sudah berkali-kali meminta masukan tentang hal-hal yang membuat frustrasi atau perlu diperbaiki, tetapi khususnya satu karyawan, Frank, sama sekali tidak pernah menyampaikan keluhan. Ia menduga latar belakang militer Frank membuatnya cenderung patuh pada otoritas dan tidak mempertanyakan atasan. Ia ingin tahu bagaimana mendorong Frank agar mau memberi umpan balik yang jujur tanpa melanggar nilai pribadinya.
Seorang pembaca menulis:
Ia mengaku relatif baru dalam peran manajemen. Semua temannya yang pernah menjadi manajer orang mengatakan bahwa bagian terburuk dari hari kerja mereka adalah menghadapi orang-orang yang tidak melakukan apa pun selain mengeluh. Itu juga sempat menjadi kekhawatirannya, tetapi yang ia alami justru sebaliknya: ia malah mengeluhkan minimnya keluhan dari timnya.
Tim kecil, kuat, tetapi nyaris tanpa keluhan
Perusahaannya dan tim yang ia pimpin cukup ramping. Setengah dari anggota timnya bekerja sepenuhnya jarak jauh. Mereka berkinerja tinggi dan, menurutnya, ia tidak mungkin meminta kelompok orang yang lebih baik dari itu.
Namun, seperti setiap perusahaan lain di planet ini, kadang-kadang mereka juga melakukan hal-hal yang konyol, bodoh, atau boros. Karena itu, ia sudah berulang kali meminta stafnya, baik dalam rapat tim maupun percakapan empat mata, untuk menyampaikan keluhan dengan berbagai cara, seperti: “Kalau Anda bisa mengubah satu hal saja tentang Sistem X, apa yang Anda inginkan?” … “Apa yang membuat Anda frustrasi dalam pekerjaan minggu ini?” … “Apa yang bisa saya lakukan agar hari kerja Anda di sini lebih mudah?” … hingga pertanyaan yang lebih langsung, “Tolong bawa masalah dan tantangan Anda kepada saya. Saya tahu tidak semuanya sempurna, pasti ada sesuatu yang membuat Anda frustrasi, saya ingin membantu memperbaikinya.”
Frank sama sekali tidak pernah mengeluh
Salah satu karyawannya, Frank, tidak mau mengeluh. Sama sekali. Tentang apa pun. Pernah. Ia adalah karyawan yang luar biasa dan dapat diandalkan, dan sang manajer bersyukur memilikinya. Frank menghasilkan pekerjaan yang hebat, tetapi ia tidak bisa membuat Frank mengidentifikasi apa pun yang seharusnya bisa diperbaiki.
Jika harus menebak akar penyebabnya, ia menduga hal itu karena Frank memiliki latar belakang militer dan sangat bermental prajurit — lakukan apa yang diperintahkan, jangan mempertanyakan otoritas, ikuti barisan, dan selesaikan pekerjaan. Ia pun bertanya bagaimana cara membujuk Frank agar keluar dari pola itu sambil tetap menghormati kode moral pribadinya.
Bagaimana mendapatkan umpan balik yang jujur
Secara khusus, ia ingin tahu bagaimana mendekati situasi ini agar bisa memperoleh umpan balik berkualitas tentang hal-hal yang mungkin menakutkan bagi Frank untuk dibicarakan, termasuk hal-hal tentang dirinya sebagai atasan.
Saya menjawab pertanyaan ini di Inc. hari ini, sambil meninjau kembali surat-surat yang selama bertahun-tahun terkubur di arsip di sini (dan kadang memperbarui atau memperluas jawaban saya atas surat-surat tersebut). Anda bisa membacanya di sana.
Poin penting:
- Pembaca tersebut relatif baru dalam peran manajemen.
- Setengah dari timnya bekerja sepenuhnya secara remote dan timnya dinilai berkinerja tinggi.
- Ia sudah berkali-kali meminta masukan lewat rapat tim dan one-on-one, tetapi tetap minim keluhan.
- Frank digambarkan sebagai karyawan yang fantastis, andal, dan menghasilkan pekerjaan yang sangat baik.
- Pembaca menduga latar belakang militer Frank membuatnya enggan mempertanyakan otoritas.
- Jawaban lengkap atas pertanyaan ini dimuat di Inc. dan merujuk pada surat arsip yang ditinjau ulang.
Sumber: https://www.askamanager.org/2026/09/how-can-i-encourage-my-staff-to-bring-me-complaints.html