Rabu, 02 September 2026, September 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-02T19:12:47Z

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Rabu, 02 September 2026

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Ringkas: Pemodal ventura Joshua Kushner mengatakan ia menyesal terlibat dalam proposal Fifa Forward Enterprise, rencana yang dibatalkan untuk menjual saham dalam entitas komersial Piala Dunia. Uefa kini mempertimbangkan pengaduan pidana terhadap Presiden Fifa Gianni Infantino di Swiss.

Joshua Kushner, pendiri Thrive Capital pada 2009, mengatakan ia kini menyesal ikut dalam proposal yang semula menempatkannya sebagai investor utama dalam rencana Presiden Fifa Gianni Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan di Piala Dunia.

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Dalam komentar publik pertamanya sejak skema Fifa Forward Enterprise (FFE) yang kini dibekukan memicu krisis besar bagi badan pengatur sepak bola dunia itu, Kushner berkata: “Had we known what this would devolve into, we would not have gotten involved”.

Kushner, yang merupakan saudara laki-laki dari menantu Presiden AS Donald Trump, menambahkan bahwa ia “failed to appreciate the political dynamics of global football”.

Namun, ia juga membela proposal tersebut, dengan mengatakan, “we stand behind the motivations of FFE”, dan bahwa niatnya “was to direct more capital and equity equally” di antara 211 asosiasi anggota Fifa.

Rencana investasi FFE yang kemudian dibatalkan

Thrive Eternal, perusahaan yang didirikan Kushner, sebelumnya telah mengadakan pembicaraan dengan Infantino untuk memimpin investasi senilai US$4,2 miliar atau £3,1 miliar pada 20% saham anak perusahaan komersial baru Fifa. Gagasan itu kemudian ditinggalkan beberapa hari setelah terungkap pada Juli dan mendapat reaksi keras.

Pernyataan Kushner muncul hanya beberapa hari setelah Uefa meminta pengadilan di New York menyetujui subpoena untuk kesaksian dan dokumen dari miliarder Amerika tersebut serta Thrive, ketika Uefa mempertimbangkan untuk mengajukan pengaduan pidana terhadap Infantino di Swiss.

Badan pengatur sepak bola Eropa, Uefa, memimpin perlawanan terhadap presiden Fifa tersebut, yang kini menghadapi seruan untuk mundur.

Kushner membela tujuan FFE tetapi mengakui salah membaca situasi

Dalam sebuah pernyataan, Kushner mengatakan: “Money in football has historically been concentrated amongst a small group of countries.

“The idea behind FFE was to direct more capital and equity equally amongst all 211 member countries, providing significantly more investment to underdeveloped nations to nurture local talent, support grassroots football, enhance the fan experience, and ultimately grow the global game everywhere.

“It was an idea that every member association would vote on, not an obligation or determination.

“While we stand behind the motivations of FFE, we failed to appreciate the political dynamics of global football, and the lengths some would go to. Thrive has a long track record of being a partner to all constituents. Had we known what this would devolve into, we would not have gotten involved.”

Pada akhir Juli, tidak lama sebelum membatalkan rencana tersebut, Fifa mengatakan, “Thrive Eternal...is expected to lead the proposed investor group for FFE”. Fifa mengklaim skema itu akan membuat dana yang dibagikan kepada setiap asosiasi nasional untuk siklus 2027-2030 meningkat dari £5,9 juta menjadi £14,7 juta.

Uefa meminta dokumen dan menyoroti valuasi Piala Dunia

Selain Kushner, Uefa juga meminta pengungkapan dokumen dari dua bisnis Fifa di AS dan pemodal Amerika Greg Maffei, yang menjadi penasihat kunci dalam kesepakatan tersebut.

Uefa mengatakan Kushner maupun Maffei tidak diperkirakan menjadi terdakwa dalam proses hukum apa pun. Namun, Uefa mengklaim keduanya pertama kali membahas konsep FFE pada Juli 2025 dan bahwa Infantino telah “been discussing the underlying concept with Kushner for nearly a year before the terms sheet was ultimately signed.”

Para pengacara Uefa juga berargumen bahwa Piala Dunia sengaja dinilai terlalu rendah, sekitar £15 miliar. Menurut mereka, angka itu adalah “a figure that was neither the product of an open, competitive auction, nor tested by any independent valuer”. Uefa mengklaim Infantino gagal berkonsultasi dengan hierarki Fifa mengenai rencana tersebut.

Kushner baru-baru ini menyepakati kesepakatan untuk membeli klub basket Los Angeles Lakers dengan nilai rekor US$12,5 miliar atau £9,3 miliar.

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Joshua Kushner Menyesal Ikut Rencana Penjualan Piala Dunia

Sengketa mengenai FFE menempatkan Kushner, Thrive, Uefa, dan Infantino dalam sorotan, dengan proposal investasi yang semula disebut akan menyalurkan lebih banyak dana ke seluruh asosiasi anggota Fifa kini menjadi bagian dari ketegangan hukum dan politik di sepak bola global.

Poin penting

  • Joshua Kushner mengatakan ia menyesal terlibat dalam proposal Fifa Forward Enterprise.
  • Thrive Eternal sempat dibahas sebagai pemimpin investasi US$4,2 miliar untuk 20% anak perusahaan komersial Fifa.
  • Fifa menyebut dana untuk asosiasi nasional 2027-2030 bisa naik dari £5,9 juta menjadi £14,7 juta.
  • Uefa meminta subpoena di New York untuk dokumen dan kesaksian dari Kushner dan Thrive.
  • Uefa menilai Piala Dunia sengaja divaluasi terlalu rendah sekitar £15 miliar.
  • Kushner baru-baru ini menyepakati pembelian Los Angeles Lakers senilai US$12,5 miliar.

Sumber: https://www.bbc.co.uk/sport/football/articles/c780w17lw02o?at_medium=RSS&at_campaign=rss

Lihat juga