
Ringkas: Seorang pengelola HR di perusahaan kecil menghadapi manajer perekrutan yang sangat mementingkan catatan terima kasih dari kandidat. Ia mempertanyakan apakah kandidat sebaiknya didorong untuk mengirimkannya agar tidak dirugikan.
Seorang pembaca menulis:
Catatan terima kasih terlalu dipentingkan
Saya mengelola HR untuk sebuah perusahaan kecil. Sejak mulai bekerja di sini, saya berusaha memperbarui berbagai proses serta membawa sudut pandang baru terhadap cara orang memandang wawancara dan perekrutan.
Para manajer perekrutan di sini secara aneh terobsesi dengan catatan terima kasih. Beberapa kali, ada orang yang bertanya kepada saya kandidat mana yang mengirimkannya dan mana yang tidak. Saya sudah menjelaskan dengan hati-hati bahwa kita seharusnya tidak memberi terlalu banyak bobot pada catatan semacam itu karena setiap orang memiliki tingkat pengalaman yang berbeda dalam memperoleh edukasi mengenai pencarian kerja.
Haruskah kandidat didorong untuk mengirimkannya?
Apakah tidak masalah jika, saat menjadwalkan wawancara, saya sekadar mendorong kandidat untuk mengirimkan catatan terima kasih? Biasanya saya tidak terbiasa memberi arahan awal kepada kandidat dengan cara seperti ini, dan saya yakin kandidat yang baik tetap akan lolos ke tahap berikutnya meskipun tidak mengirimkannya.
Namun, saya tidak ingin siapa pun mendapat penilaian lebih rendah karena hal konyol ini. Saya juga tidak ingin terkesan memperlakukan seperti anak kecil orang-orang yang sebenarnya akan mengirimkan catatan tersebut secara otomatis.
Tiga pertanyaan dibahas di Inc.
Saya menjawab pertanyaan ini—bersama dua pertanyaan lainnya—di Inc. hari ini. Di sana, saya kembali membahas surat-surat lama yang telah terkubur dalam arsip situs ini selama bertahun-tahun, dan terkadang memperbarui atau memperluas jawaban saya atas surat-surat tersebut.
Dua pertanyaan lain yang saya jawab di sana hari ini membahas anggota dewan yang terlalu antusias membagikan sesuatu di media sosial, serta perbandingan antara mewawancarai kandidat secara bertahap dan menunggu hingga tenggat lamaran berakhir.
Jawaban lengkap untuk ketiga pertanyaan tersebut dapat dibaca melalui tautan sumber di bawah ini.
Poin penting
- Pembaca mengelola HR di sebuah perusahaan kecil.
- Manajer perekrutan sangat mementingkan catatan terima kasih dari kandidat.
- Pengalaman dan edukasi pencarian kerja setiap kandidat dapat berbeda.
- Pembaca tidak ingin kandidat dirugikan karena tidak mengirimkan catatan tersebut.
- Dua topik lain membahas anggota dewan di media sosial dan waktu pelaksanaan wawancara.