
Ringkas: Presiden Donald Trump menyerang hakim federal yang menangani perkara kontroversi penamaan ulang Kennedy Center dan kembali menegaskan bahwa gedung itu sangat membutuhkan perbaikan besar. Pernyataan itu muncul setelah pemerintahannya sebelumnya memperingatkan bahwa bangunan tersebut mungkin harus dibongkar jika upaya renovasi diblokir.
Presiden Donald Trump ikut campur dalam kontroversi seputar renovasi Kennedy Center dan menyerang hakim yang mengawasi perkara tersebut.
Trump menyebut Kennedy Center tua, rusak, dan butuh pembangunan besar
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut Kennedy Center sebagai gedung “old and decrepit” yang sangat membutuhkan “major construction.” Ia juga mengatakan bangunan itu perlu “public relations fix” agar dapat “attain greatness and prestige,” tanpa menjelaskan secara spesifik perbaikan seperti apa yang ia maksud.
Trump kemudian menyerang hakim federal di Washington, D.C. yang menangani perkara itu dengan menyebutnya “highly conflicted,” tanpa menyertakan bukti adanya konflik tersebut. Ia juga mengklaim pusat kebudayaan itu telah “losing a fortune” selama bertahun-tahun dan akan terus merugi jika renovasi tidak diizinkan.
Hakim Christopher Cooper, yang menangani perkara ini, diangkat oleh Presiden Barack Obama pada 2014.
Rencana renovasi Kennedy Center dan penolakan dari para penggugat
Pada awal bulan ini, dewan pengawas Kennedy Center menggelar rapat dan memilih untuk menutup gedung demi renovasi, keputusan yang sebelumnya diblokir oleh pengadilan. Dewan yang dipilih langsung oleh Trump itu juga menyetujui usulan menambahkan tulisan di portiko depan yang memuat nama presiden, berbunyi “Restored and Renovated by President Donald J. Trump.” Para wali amanat mengatakan tulisan itu dimaksudkan untuk menghormati “the President’s contributions” kepada pusat tersebut.
Namun, rencana itu ditentang oleh kelompok penggugat yang dipimpin oleh Rep. Joyce Beatty. Mereka mengajukan mosi untuk memblokir langkah tersebut dan menyebutnya sebagai “a breathtaking act of defiance of Congress and of this Court,” sambil merujuk pada putusan pengadilan sebelumnya yang memerintahkan penghapusan nama Trump dari fasad bangunan.
Mengapa pemerintah Trump mengancam pembongkaran
Dalam berkas pengadilan pekan lalu, Departemen Kehakiman memperingatkan bahwa Kennedy Center mungkin perlu dibongkar jika pengadilan tidak mengizinkan renovasi dan rencana mencantumkan nama Trump pada bangunan itu. Berkas tersebut menyatakan bahwa para donatur hanya bersedia membantu renovasi jika nama Trump diakui. Tanpa upaya itu, menurut dokumen tersebut, pusat itu akan “deteriorate further into an unsafe, decrepit structure” dan akhirnya harus dibongkar, lalu ditentukan kemudian apa yang akan dibangun di lokasi itu.
Berkas tersebut juga menggemakan sebagian bahasa yang digunakan Trump pada Minggu, dengan menyebut gedung itu “dangerously dilapidated” dan menuduh masalah keuangan telah menempatkannya dalam kondisi “terminal decline.” DOJ juga berargumen bahwa “efforts and prestige” Trump menjadi satu-satunya harapan bagi kelangsungan finansial dan pembaruan struktural pusat itu.
Latar belakang perkara di pengadilan
Pada Kamis, Cooper memimpin sidang terkait perkara ini dan mendengarkan argumen dari kedua pihak tanpa mengeluarkan putusan. Menurut Washington Post, hakim mendesak pengacara Kennedy Center untuk menjelaskan mengapa nama Trump perlu ditambahkan ke bangunan.
Selain menambahkan nama Trump pada fasad, para wali amanat juga mendorong rebranding area pusat itu menjadi “President Donald J. Trump Plaza.” Meski Cooper belum memutuskan mosi untuk memblokir penamaan ulang tersebut, ia memberi sinyal bahwa tenggat 8 September kemungkinan perlu diundur.
Sebelumnya, Cooper memutuskan bahwa dewan wali amanat telah secara ilegal mengubah nama bangunan menjadi “The Donald J. Trump and John F. Kennedy Center” dan memerintahkan penghapusan nama Trump dari fasad. Hakim itu menegaskan bahwa nama bangunan hanya bisa diubah melalui undang-undang Kongres.
Poin penting
- Trump menyebut Kennedy Center sebagai gedung tua dan rusak yang butuh pembangunan besar.
- Ia menyerang Hakim Christopher Cooper dengan menyebutnya “highly conflicted.”
- Dewan Kennedy Center yang dipilih Trump mendorong renovasi dan penambahan nama Trump di bangunan.
- Penggugat yang dipimpin Rep. Joyce Beatty menentang langkah itu dan menyebutnya sebagai pembangkangan terhadap Kongres dan pengadilan.
- Departemen Kehakiman memperingatkan bangunan itu mungkin harus dibongkar jika renovasi diblokir.
- Cooper sebelumnya memutuskan perubahan nama bangunan hanya bisa dilakukan lewat tindakan Kongres.







